Ribuan warga Desa Tirtamaya merayakan Festival Mata Air tahunan sebagai wujud syukur dan komitmen menjaga kelestarian sumber air Gunung Slamet.
Desa Tirtamaya kembali menggelar Festival Mata Air tahunan pada Minggu, 24 Agustus 2025. Kegiatan yang berpusat di kawasan Pancuran Tujuh ini menjadi tradisi warga untuk mensyukuri melimpahnya sumber air bersih dari lereng Gunung Slamet yang mengaliri seluruh desa.
Acara dibuka dengan kirab budaya yang diikuti oleh enam dusun. Setiap dusun membawa gunungan hasil bumi dan miniatur pancuran yang diarak dari balai desa menuju sumber mata air utama. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa, Bapak Bagas Wicaksana, bersama para sesepuh desa.
Puncak acara adalah ritual "resik tuk", yakni pembersihan bersama sumber mata air oleh warga dari berbagai kalangan. Kegiatan ini menegaskan komitmen Desa Tirtamaya untuk menjaga daerah tangkapan air tetap lestari di tengah tantangan perubahan iklim.
Festival ditutup dengan pentas kesenian lengger dan pameran produk olahan air seperti air mineral kemasan desa "Tirta Slamet" yang kini dikelola oleh BUMDes. Kepala Desa berharap festival ini terus memperkuat kesadaran ekologis sekaligus menggerakkan ekonomi warga.