Puluhan petani mengikuti Sekolah Kopi untuk meningkatkan mutu panen dan membangun merek kopi robusta khas lereng Gunung Slamet.
Sebanyak 40 petani kopi Desa Tirtamaya mengikuti program "Sekolah Kopi" yang berlangsung pada Selasa, 12 Agustus 2025 di Saung Tani Dusun Krajan. Program ini digagas BUMDes bersama pendamping dari komunitas kopi Banyumas.
Materi mencakup teknik petik merah, pengolahan pascapanen metode honey dan natural, penyangraian dasar, hingga strategi membangun merek. Petani diajak memahami bahwa mutu biji sangat menentukan harga jual di pasar specialty.
Peserta antusias mengikuti sesi cupping atau uji cita rasa. Untuk pertama kalinya, banyak petani menyadari potensi rasa kopi robusta lereng Slamet yang selama ini dijual gelondongan dengan harga rendah.
Pak Sarwono, petani dari Dusun Kaliurip, mengaku optimistis. "Kalau selama ini kami jual ceri basah murah, sekarang kami mau olah sendiri dan jual biji sangrai bermerek Tirtamaya," ujarnya. BUMDes menargetkan peluncuran merek kopi desa akhir 2025.