Warga menyetor sampah terpilah dan poinnya tercatat digital, dapat ditukar sembako atau saldo dompet elektronik. Volume sampah desa turun drastis.
Karang Taruna Desa Tirtamaya meluncurkan "Bank Sampah Digital" pada Maret 2025. Inovasi ini memadukan gerakan pilah sampah dengan pencatatan poin digital yang praktis dan transparan bagi warga.
Setiap Sabtu pagi, warga menyetor sampah kering terpilah seperti plastik, kertas, dan logam. Petugas menimbang dan mencatat poin langsung ke akun digital warga. Poin dapat ditukar dengan sembako, pulsa, atau saldo dompet elektronik.
Dalam empat bulan, program ini mengumpulkan lebih dari 6 ton sampah kering dan menekan volume sampah yang berakhir di sungai maupun TPA. Selain bersih, warga juga mendapat manfaat ekonomi langsung.
Koordinator program, Sari Wulandari, menjelaskan sistem digital membuat warga lebih percaya. "Semua tercatat, tidak ada yang hilang. Warga bisa cek poin sendiri kapan saja lewat HP," katanya.
Keberhasilan Bank Sampah Digital Tirtamaya menarik minat desa tetangga untuk belajar. Karang Taruna pun siap berbagi ilmu, menjadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama kawasan Baturraden.